Setelah itu, dia mengaku tidak ada komunikasi dengan siapa pun dari Blueray Cargo.
“Saya tidak ada nomor telepon mereka, tidak pernah terima kiriman apa pun, namanya pun tidak ingat, memesan pun, maksudnya secara transaksional pun enggak. Hanya sebatas basa-basi,” katanya menekankan.
Pada kesempatan yang sama, pengacara Raffi, Hotman Paris, menilai nama kliennya muncul oleh pihak Blueray untuk meyakinkan para perusahaan pengurusan importasi barang.
“Mungkin ada chatting-an (percakapan, red.) antara internal mereka di sini dengan biro jasa untuk meyakinkan biro jasa yang mengurus impor-impor, ‘eh nanti ada pesanan dari Raffi di sana’. Itu orang di Indonesia namanya Yohanes. Itulah yang bikin heboh. Dia ngomong, karena mungkin chat dia dibongkar penyidik, itu lah ditanyakan di persidangan, dan ditanyakan apa adanya,” kata Hotman.
Gading: Masak Minta Foto Enggak Dikasih?
Selain Raffi dan Hotman, pesohor Gading Marten juga menyampaikan keterangan terkait kegiatan di Amerika Serikat pada tahun lalu.
“Kami makan makanan Indonesia di Awang Kitchen, terus ke Indo Java, ada orang-orang dari sebelah minta foto. Masak orang Indonesia minta foto, kami enggak kasih? Ya iya lah kami basa-basi segala macam. Kami aja baru tahu nama Blueray sekarang,” kata Gading.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.
Pada 5 Juni 2026, muncul nama Raffi Ahmad dalam persidangan terkait kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.


















