Presiden menegaskan bahwa anggaran besar tersebut harus dikeluarkan sekarang mengingat pentingnya peran kereta api sebagai moda transportasi massal bagi masyarakat.
Penanganan ini ditargetkan mampu menuntaskan persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang telah terbengkalai selama hampir 80 tahun sejak masa kemerdekaan.
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, kecelakaan kereta listrik dan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi dan KAI.
Saat ini, para korban luka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, serta beberapa rumah sakit swasta di wilayah Bekasi.
Sebagai bentuk pelayanan darurat, KAI juga telah membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban mendapatkan informasi valid terkait kondisi penumpang dan penanganan barang-barang milik pelanggan. [Ant]


















