Puncak Musim Hujan, BMKG: Waspadai Banjir dan Rob!

Ilustrasi cuaca hujan (pixabay/ adamtepl)
Ilustrasi cuaca hujan (pixabay/ adamtepl)

MATASEMARANG.COM – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani menegaskan kesiapan menghadapi puncak musim hujan.

Kolaborasi ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana yang kerap muncul di akhir tahun, mulai dari hujan lebat, banjir rob, hingga longsor.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau langsung Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, Senin 8 Desember 2025.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gubernur Jateng: Jangan Buru-buru Nyatakan Keracunan MBG!

“Pengecekan di BMKG dilakukan untuk mengikuti perkembangan situasi secara real time, mengantisipasi potensi hujan lebat maupun rob, sehingga penanganan di wilayah terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelas Ahmad Luthfi.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Yoga Sambodo menyampaikan bahwa Jawa Tengah memasuki eskalasi hujan pada Desember 2025, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi Januari–Februari 2026.

“Ada potensi peningkatan fluktuasi cuaca pada pertengahan Desember hingga Januari. Kondisi rob bisa teramplifikasi ketika hujan deras turun bersamaan. Daerah rendah perlu mengantisipasi dengan pompa atau perbaikan drainase,” ujarnya.

BACA JUGA  Jateng Punya "Hotline" Aduan Soal MBG, Catat Nomornya

BMKG menyiapkan pasokan data cuaca untuk mendukung posko Nataru maupun posko Lebaran.

Informasi ini akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah cepat di lapangan.

Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca melalui kanal berita, situs resmi BMKG, serta media sosial. Untuk perjalanan liburan, BMKG menyediakan laman Signature.bmkg.go.id/dwt/posko yang menampilkan data cuaca hingga tingkat kelurahan.

Pos terkait