Realisasi Investasi Semarang Melesat Lebih dari 100 Persen

Mall 23 Semarang

Dalam dua tahun mendatang, lanjut Puput, pabrik tersebut diproyeksikan akan mulai beroperasi dan memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dari data yang dihimpun, sektor yang paling diminati investor asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) meliputi transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai investasi Rp1,34 triliun.

Kemudian, sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp484,34 miliar, industri kimia dan farmasi Rp260,70 miliar, industri tekstil Rp222,38 miliar, serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, optik, dan jam senilai Rp217,99 miliar.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bank Jateng Slawi Serahkan Hadiah Bima dan CSR Videotron

Sementara itu, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) didominasi sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp1,69 triliun.

Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp1,29 triliun, perdagangan dan reparasi Rp694,46 miliar, jasa lainnya Rp610,12 miliar, serta industri kimia dan farmasi Rp563,69 miliar.

Menurutnya, pertumbuhan investasi juga didukung perkembangan infrastruktur kota dan meningkatnya aktivitas ekonomi.

Ia mengatakan dengan adanya pusat perbelanjaan, hotel, fasilitas kesehatan, hingga kawasan industri baru membuat kota ini semakin kompetitif dibandingkan daerah lain.

BACA JUGA  Bank Jateng Raih Penghargaan di Ajang Anugerah Penggerak UMKM Indonesia 2025

“Komitmen kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada para investor. Semua proses perizinan kami bantu dan dampingi agar berjalan cepat, mudah, dan sesuai ketentuan. Jika ada kendala dalam sistem, petugas kami siap memberikan pendampingan hingga izin terbit,” pungkasnya.

Pos terkait