Reaktivasi ini juga bertujuan agar reservoir ini tidak menjadi tempat sepi dan terkesan tidak terurus. Kemudian terkait dengan bekas tempat penemuan mayat, Wawan memastikan sebelum kembali beroperasi, pihaknya telah melakukan uji laboratorium dan memastikan kualitas air bebas zat berbahaya.
“Kami sudah uji lab jadi kami pastikan air dari reservoir Siranda aman dari zat berbahaya dan sudah layak minum. Air bakunya juga kami ambil dari Jatibarang yang kemudian di olah di Gajahmungkur, kemudian dialirkan ke reservoir Siranda untuk penampungan sebelum ke pelanggan,” jelasnya.
Dengan diaktifkan kembali reservoir ini, Wawan mengatakan akan bisa melayani sekitar 25 ribu hingga 30 ribu pelanggan di area pusat kota seperti Simpang Lima, Tegal Wareng, Seroja, Pemuda, Brumbungan hingga Kartini.
Lebih lanjut, Wawan juga sudah menyiapkan rumah dinas bagi petugas jaga di reservoir Siranda, sehingga sistem keamanan di reservoir ini juga terpantau.
“Sudah dibangun Rumah Dinas (Rumdin) dan akan ada shift penjagaan,” pungkasnya.


















