Di pasar domestik, perbaikan sentimen ini tercermin dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah RI yang melandai ke level 7,67 persen, dan topangan dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2026 yang diperkirakan lebih kuat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berdasarkan faktor-faktor itu, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.100 per dolar AS.
Sementara itu dari lantai bursa dilaporkan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis bergerak menguat mengikuti bursa Asia dan global seiring pelaku pasar meyakini hasil pemilihan umum (pemilu) midterm Amerika Serikat (AS) akan mempengaruhi prospek pasar keuangan dan ekonomi global.
IHSG dibuka menguat 78,57 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.998,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,16 poin atau 1,83 persen ke posisi 510,40.
“Secara teknikal diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000. Penguatan signifikan indeks di bursa Wall Street, koreksi harga minyak mentah dan dolar AS, serta rebound-nya harga emas, berpotensi akan menjadi sentimen positif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan faktor positif berasal dari kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu midterm di AS, serta sikap Presiden AS Donald Trump yang menerima hasil tersebut.
Sebelumnya investor global bersikap risk off (mengurangi eksposur ke aset berisiko) karena menantikan dan mencermati hasil pemilu midterm AS yang hasilnya mempengaruhi berbagai sektor. ***
















