Sampah di TPA Jatibarang Bakal Diolah Jadi Solar

Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarari (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarari (matasemarang.com/Lia Dina)

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu ditempatkan dalam sistem pengelolaan sampah yang dilakukan secara menyeluruh. Pihaknya akan terus menjalankan pendekatan dari hulu melalui pengurangan dan pemilahan sampah.

Program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah menjadi bagian dari upaya membangun perubahan perilaku masyarakat, sementara pengolahan berbasis teknologi disiapkan untuk menangani residu yang tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya. Pengolahan berbasis teknologi disiapkan untuk menangani residu, sementara gerakan Semarang Wegah Nyampah tetap berjalan di hulu. Yang kita bangun adalah sistemnya, bukan hanya mesin,” terangnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  1 Kg Sampah Plastik Hasilkan 0,9 Liter Solar

Agustina akan memastikan setiap tahapan pengembangan teknologi memperhatikan aspek lingkungan, regulasi, keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi daerah.

“Kita tidak sedang mencari teknologi yang sekadar canggih. Kita mencari teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah. Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” ujarnya.

Kerja sama dengan TNI AD diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah di Kota Semarang. Upaya tersebut akan berjalan melalui perubahan perilaku masyarakat, penguatan sistem pengangkutan dan pemilahan, serta pemanfaatan teknologi untuk menangani residu.

Pos terkait