Tari, biasa ia disapa, mengatakan proses pembelajaran di sekolahan yang berada di Jalan Pandanaran Kota Semarang ini lebih menekankan eksplorasi dan praktik sehingga para siswa tidak hanya menghafal teori saja tapi juga memahami penerapan secara langsung.
“Atas nama sekolah, kami sangat bangga. Tidak hanya menjadi yang terbaik di tingkat kota atau provinsi, tetapi terbaik di level nasional dengan nilai sempurna pada kedua mata pelajaran,” kata Tari.
Ia mengatakan, keberhasilan yang dicapai anak didiknya ini merupakan hasil kerja bersama yang sudah disiapkan sejak awal.
Ia mengatakan ketika pemerintah menetapkan bahwa TKA menjadi instrumen evaluasi pendidikan, pihaknya segera melakukan berbagai langkah strategis.
Persiapan yang dilakukan mulai dari sosialisasi kepada guru, penyelenggaraan try out internal, hingga pemantauan perkembangan siswa secara berkala bersama orang tua.
“Kami terus membangun sinergi dengan orang tua. Setiap perkembangan anak dilaporkan sehingga ada kerja sama yang baik antara guru dan keluarga,” kata dia.
Sekolah, lanjutnya, tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tapi juga memberikan pembinaan spiritual pada siswa. Menurutnya, pembiasaan beribadah dan berdoa menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pendidikan.
“Arkananta ini tidak pernah putus menjalankan puasa Senin dan Kamis. Itu menjadi salah satu ikhtiar untuk menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah KH Ahmad Darodji pun turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Arkananta.


















