“Jika ada luka atau iritasi berat, dapat diberikan krim untuk meredakan inflamasi. Penggunaan kortikosteroid topikal ringan seperti hydrocortisone bisa sesuai anjuran dokter,” katanya.
Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan kulit bergantung pada keparahan iritasi. Bila iritasi termasuk ringan, biasanya membaik dalam satu sampai tiga hari setelah tidak ada paparan lagi.
Jika terjadi dermatitis lebih berat atau ada luka, proses penyembuhan bisa memakan waktu satu hingga dua minggu, tergantung kondisi kulit masing-masing.
Arini juga menganjurkan masyarakat untuk menghindari penggunaan zat-zat yang berpotensi menimbulkan iritan kembali setelah mencuci muka seperti pasta gigi.
Sebab, penggunaan pasta gigi atau odol di bawah mata tidak direkomendasikan karena mengandung menthol, fluoride, dan detergen justru dapat memperparah iritasi, menyebabkan dermatitis, bahkan luka bakar kimia.
“Jadi, penggunaan odol tidak aman dan sebaiknya dihindari,” ujar Arini.
Hal lain yang Arini tekankan yakni gas air mata mengandung sejumlah senyawa berbahaya seperti chlorobenzylidene malononitrile (CS) atau chloroacetophenone (CN), yang akan bekerja sebagai iritan kuat pada mata, kulit, dan saluran napas.
Efek yang terjadi pada kulit jika terkena kandungan zat berbahaya tersebut yakni kulit akan mengalami kemerahan, rasa panas seperti terbakar, gatal, dan kadang muncul dermatitis kontak iritan atau bahkan luka melepuh pada paparan berat atau berulang, tergantung jumlah paparan.


















