Lonjakan Frekuensi Minum Kopi Bisa Picu Migrain

MATASEMARANG.COM – Meski kopi miliki banyak manfaat, kesalahan cara meminumnya bisa memicu sakit kepala seperti migrain. Jika sehari biasanya minum satu-dua cangkir kopi, hindari menaikkan frekuensi menjadi lima kali sehari.

Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K) menyebut kafein sebagai zat yang dibicarakan terkait migrain memiliki dua sisi. Pertama, bisa menjadi obat yang dikonsumsi untuk meredakan, namun jika tidak dikonsumsi dengan baik maka akan berbalik efeknya menjadi pemicu sakit kepala tersebut.

BACA JUGA  “Na Willa” Jadi Referensi Film Keluarga saat Libur Lebaran

“Itulah yang harus dipahami. Harusnya dia (kafein) positif, tapi kenapa jadi yang hal yang negatif Itu karena ada perubahan dari cara kita mengonsumsi kafeinnya,” kata dokter yang akrab disapa Sena itu di Jakarta, pada Jumat.

Bacaan Lainnya

Perubahan dosis atau jumlah kandungan maupun pola dalam mengonsumsi minuman yang mengandung kafein berisiko memicu migrain. Dalam hal ini, kafein dapat terkandung dalam minuman seperti kopi, minuman kaleng seperti soda, hingga obat-obatan tertentu.

BACA JUGA  Tips Minum Kopi bagi Pengidap Gangguan Asam Lambung

Ia mencontohkan bahwa seseorang yang awalnya hanya mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi sehari, lalu meningkat menjadi empat atau lima cangkir, berarti mengalami lonjakan dosis kafein.

Pada kondisi tersebut, dosis yang meningkat itu pada satu titik bisa mengubah cara kerja kafeinnya, harusnya membantu meredakan namun malah berbalik menyebabkan makin parah sakit kepalanya.

Hal serupa juga dapat terjadi jika pola mengonsumsi kafein yang tidak konsisten, misalnya seseorang biasa mengonsumsi kopi setiap pagi hari lalu besoknya berubah-ubah menjadi siang atau malam itu juga bisa pengaruh, atau tiba-tiba berhenti setelah rutin mengonsumsi dapat menyebabkan sakit kepala.

Pos terkait