Viral Kolam Buaya di Semarang Zoo Kering Imbas Kemarau, Manajemen Buka Suara

Upaya pengisian air telah dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada 22 Oktober 2026 melalui bantuan PDAM Tirta Moedal sebanyak 5 tangki air.

Selanjutnya, pada 23 Oktober 2026, pengisian kembali dilakukan melalui bantuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebanyak 8 tangki air.

Upaya tersebut kembali dilanjutkan pada 26 Oktober 2026 dengan dukungan 1 tangki air dari PDAM Tirta Moedal dan 8 tangki air dari Disperkim.

Bacaan Lainnya

Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter, sehingga total bantuan air yang telah disalurkan selama periode tersebut mencapai 22 tangki atau setara dengan 110.000 liter air.

“Kami mendapat bantuan dari PDAM dan Disperkim total sampai 110.000 liter air, sehingga saat ini kondisi kolam buaya sudah terisi air,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PDAM Tirta Moedal dan Disperkim atas dukungan dan kerja sama yang diberikan dalam membantu memenuhi kebutuhan air di area konservasi.

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Semarang Zoo untuk terus menjaga kesejahteraan satwa, memenuhi kebutuhan dasar satwa sesuai dengan kondisi yang ada, serta melakukan pemantauan dan perawatan berkala terhadap fasilitas kandang dan lingkungan sekitar.

Semarang Zoo, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi berkelanjutan, sembari mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi alam dan pasokan air kembali normal.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi secara utuh melalui keterangan resmi pengelola dan memahami bahwa pihak manajemen senantiasa berdedikasi menjaga kesejahteraan satwa di tengah tantangan perubahan cuaca ekstrem ini,” pungkasnya.

Pos terkait