“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya.
Ahmad mengaku terharu karena disambut langsung oleh Wagub Jateng bersama jajaran Pemprov, terlebih Taj Yasin juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Jateng.
“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.
Menurut dia, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.
“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al Quran dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” katanya.
Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jateng sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang. [Ant]

















