“Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu soto ayam suwir. Pada kesempatan itu saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD,” ujarnya.
SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa selama hampir setengah jam. Namun, setelah audiensi, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut terus bertambah hingga petugas puskesmas dan ambulans datang ke sekolah.
“Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian semakin banyak yang berdatangan ke unit kesehatan sekolah (UKS). Pihak puskesmas juga turun langsung ke sekolah,” ujarnya.
Terkait penyebab pasti kejadian tersebut, Nasihul menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG, sehingga belum bisa menyimpulkan penyebabnya.
Ia menambahkan dari sisi kandungan gizi, menu MBG untuk tingkat SMA disesuaikan dengan standar, yakni energi sebesar 680,4 gram, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram. Selain itu juga dilengkapi sambal kecap, berbeda dengan menu SD.
Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.
Hingga Kamis (29/1) sore, tercatat jumlah siswa maupun guru dan tenaga kependidikan SMA 2 Kudus yang harus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit mencapai 118 orang.
Ketujuh rumah sakit tersebut, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. [Ant]

















