Rod Laver, yang namanya diabadikan sebagai nama lapangan stadion Australian Open, melakukannya pada 1962 sebagai amatir, dan sebagai profesional pada 1969.
Alcaraz, yang tampil untuk ke-20 kalinya di turnamen mayor, meningkatkan catatannya menjadi 7-1 di final Grand Slam.
Dia telah memenangi masing-masing dari tiga turnamen mayor lainnya, yakni Roland Garros, Wimbledon, dan US Open sebanyak dua kali.
Seusai final Australian Open, Minggu, Alcaraz menjadi petenis Spanyol kedua yang memenangi gelar Melbourne, menyamai idola masa kecilnya, Nadal pada 2009 dan 2022.
Alcaraz menjadi petenis termuda pada era tenis modern yang memenangi tujuh gelar tunggal Grand Slam, mengungguli Bjorn Borg, yang memenangi gelar major ketujuhnya di Roland Garros pada1979, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-23.
Alcaraz membuat kemajuan pesat hingga mencapai posisinya saat ini. Pada 2022, dia meraih trofi Grand Slam pertamanya di US Open. Dengan kemenangan itu, dia menjadi petenis nomor satu termuda dalam sejarah peringkat ATP sejak 1973.
Alcaraz memenangi trofi Wimbledon pertamanya pada 2023 dan berhasil mempertahankan gelarnya pada 2024. Di Roland Garros, Alcaraz meraih kemenangan pada 2024 dan 2025. [Ant]

















