“Saya minta Disdik harus turun ke lapangan untuk mengecek apakah wilayah zonasi yang dikunci sistem benar-benar pemukiman warga atau area bisnis/kos-kosan,” tuturnya.
Selain itu, ia berharap porsi jalur prestasi bisa ditingkatkan hingga 30 atau 40 persen agar anak-anak yang pintar dan berpotensi, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, tidak tersingkir begitu saja oleh sistem umur atau zonasi yang cacat.
“Harapannya sistem ini diperbaiki secara signifikan. Jangan sampai tahun-tahun berikutnya warga yang benar-benar tetangga sekolah malah terus-terusan kalah karena sistem yang tidak adil,” pungkasnya.


















