BMKG: Tak Ada Indikasi Fenomena El Nino Godzilla

MATASEMARANG.COM – Percakapan ihwal fenomena Super El Nino atau El Nino Godzilla jadi perbincangan ramai warga masyarakat. Rumor yang beredar, El Nino Godzilla bakal segera datang setelah musim basah tahun ini berlalu.

Menanggapi rumor tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada indikasi terjadinya fenomena Super El Nino atau yang kerap disebut El Nino Godzilla pada tahun 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa sore, mengatakan hingga semester pertama 2026 kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ika Medica Bahas Percepatan Kebutuhan Dokter Spesialis 

“Memasuki semester kedua, ENSO berpotensi menuju El Nino lemah atau bahkan moderat dengan peluang sekitar 55 persen, terutama mulai periode Juni hingga Agustus,” katanya.

Ia mengatakan ENSO merupakan fenomena iklim global yang terjadi akibat interaksi antara laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis, yang ditandai dengan perubahan suhu permukaan laut dan tekanan udara.

Fenomena tersebut memiliki tiga fase utama, yakni El Nino, La Nina, dan Netral. El Nino ditandai dengan anomali suhu permukaan laut positif di wilayah ekuator Pasifik tengah (Nino 3,4), sedangkan La Nina merupakan kondisi sebaliknya dengan anomali negatif.

BACA JUGA  13 Keluarga Korban Tanah Bergerak di Purbalingga Siap Tempati Huntap Baru

Menurut dia, dampak El Nino di Indonesia umumnya berupa penurunan curah hujan, meskipun sangat dipengaruhi oleh kondisi suhu perairan di wilayah Indonesia.

“Jika suhu perairan Indonesia cukup dingin, El Nino dapat mengurangi curah hujan secara signifikan. Namun jika suhu perairan relatif hangat, dampaknya bisa tidak terlalu terasa,” katanya.

Pos terkait