“Jika anak-anak belajar sains melalui pengalaman nyata, mereka akan lebih mudah jatuh cinta pada bidang ini,” katanya.
Sebagai perempuan yang meniti karier di bidang yang masih didominasi laki-laki, Carina menaruh perhatian pada jumlah perempuan di bidang STEM yang sering menurun ketika mereka memasuki jenjang lebih tinggi atau ketika harus membagi waktu dengan keluarga. Karena itu, penting ada kebijakan dan budaya kerja yang mendukung agar perempuan tetap bisa berkontribusi penuh.
Carina juga menekankan perlunya kolaborasi dan transfer teknologi. Indonesia punya banyak talenta hebat, tetapi masih butuh dukungan fasilitas, regulasi, dan kesempatan untuk bermitra dengan lembaga riset dunia. Ia percaya bahwa potensi itu bisa diwujudkan jika ada ekosistem yang mendukung.
Bagi generasi muda Indonesia, perjalanan Carina adalah inspirasi, sekaligus tantangan. Inspirasi bahwa anak bangsa bisa berdiri sejajar dengan ilmuwan dunia.
Tantangan bahwa semua itu hanya bisa dicapai dengan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan bahwa ilmu yang dipelajari tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk kehidupan manusia secara luas.
Kini, ketika dunia mulai bangkit dari pandemi, jejak Carina Joe tetap tertinggal sebagai catatan sejarah. Jejak seorang ilmuwan perempuan Indonesia yang berani bermimpi besar, bertahan di tengah tekanan, dan membuktikan bahwa anak bangsa juga mampu melahirkan karya besar yang menyelamatkan nyawa jutaan orang. (antara)


















