“Meskipun nyamuknya banyak dan menggigit, karena sudah mengandung bakteri Wolbachia, nyamuk tersebut tidak mampu menularkan virus dengue ke dalam tubuh manusia. Jadi risiko masyarakat terpapar demam berdarah berkurang sangat drastis,” terangnya.
Dinkes Kota Semarang berkomitmen untuk menuntaskan penyebaran nyamuk Wolbachia di seluruh wilayah pada tahun ini. Beberapa kelurahan dan kecamatan sisa di wilayah Semarang Tengah, Selatan, serta lokasi lainnya yang belum terjamah dalam dua tahun terakhir akan segera diselesaikan.
Kendati teknologi Wolbachia terbukti ampuh meredam wabah DBD, Hakam menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi pilar utama.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena Wolbachia aman dan bermanfaat. Namun, kami imbau warga tetap melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri minimal tiga kali dalam seminggu di rumah masing-masing agar populasi nyamuk secara umum tetap terkendali,” tegasnya.

















