Dua Pakar Internasional Hadir di Unsoed, Kupas “Green Agriculture” dan “Deep-Sea Conservation”

International Guest Lecture Unsoed 2025 menghadirkan pakar internasional dari China, 19 November 2025 (fofto: Humas Unsoed)
International Guest Lecture Unsoed 2025 menghadirkan pakar internasional dari China, 19 November 2025 (fofto: Humas Unsoed)

MATASEMARANG.COM – Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian dan Program Studi Ilmu Kelautan FPIK, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar dua International Guest Lecture 2025 yang berfokus pada green agriculture dan konservasi habitat laut dalam, Rabu 19 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, hingga peserta umum dari berbagai institusi.

Forum ilmiah internasional ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan kapasitas akademik untuk menjawab tantangan global.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kuliah Umum di Unsoed, Jupriyadi Tekankan Pentingnya Menjaga Marwah Hakim

Pada sesi pertama, hadir Prof. Liu Yonggong dari China Agricultural University. Ia memaparkan perkembangan kebijakan pertanian hijau di Tiongkok melalui materi berjudul “Green Agriculture Development in China”.

Prof. Liu menekankan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan yang bisa diadaptasi di Indonesia untuk memperkuat sistem pangan nasional.

Sesi kedua menghadirkan Zhu Xiaotong, Project Manager CHINA-PEMSEA Sustainable Coastal Management Cooperation Center sekaligus Engineer di First Institute of Oceanography, Ministry of Natural Resources, PR China. Dalam paparannya “Protection of Deep-Sea Habitats – Guardian of the Hidden Oasis of Life on Earth”, ia menjelaskan peran vital laut dalam sebagai pusat keanekaragaman hayati global serta ancaman ekologis yang dihadapi.

BACA JUGA  PKK Ormawa dan Mahasiswa Unsoed Gelar Edukasi Soal Bahaya Pernikahan Dini

Acara ini merupakan bagian dari kerja sama antara LPPM Unsoed dengan First Institute of Oceanography, Ministry of Natural Resources of the People’s Republic of China.

Melalui forum ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperkaya wawasan sivitas akademika, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian maupun kelautan.

Pos terkait