“Kami dampingi mereka agar bisa mencegah penularan. Sedangkan bagi ODHIV, kami dorong agar patuh minum obat sehingga tidak menularkan ke orang lain,” katanya.
Saat ini, sekitar 200 orang ODHIV sedang diupayakan untuk rutin mengonsumsi obat ARV. Namun sebagian masih belum disiplin karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pengobatan.
Dengan adanya pertemuan lintas sektor ini, diharapkan Kabupaten Batang dapat memperkuat strategi pencegahan HIV/AIDS, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memastikan akses layanan kesehatan bagi ODHIV berjalan optimal.


















