Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir Festival Wayang Semesta

Wayang On the Street di Semarang beberapa waktu lalu. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wayang On the Street di Semarang beberapa waktu lalu. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Saya ingin ikut merasakan bagaimana menjadi bagian dari kisah yang mengajarkan kebijaksanaan dan keberanian. Lewat wayang, kita belajar memimpin dengan hati dan menjaga harmoni,” ujar Agustina.

Festival yang digelar gratis untuk masyarakat pada Jumat dan Sabtu pekan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi.

Tidak hanya menyuguhkan hiburan, Festival Wayang Semesta juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan pelaku seni.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Naik BRT Trans Semarang Cuma Bayar Rp80, Berlaku sampai 18 Agustus 2025

Puluhan stan kuliner, kriya, dan fesyen lokal akan meramaikan kawasan Simpang Lima, memberi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menjangkau lebih banyak pengunjung.

Selain ribuan warga yang akan hadir, festival ini juga menghadirkan komedian Nunung dan Cak Lontong untuk memeriahkan suasana, serta pertunjukan dari Wayang Orang Ngesti Pandawa, Wayang Sriwedari, dan Teater Lingkar Semarang.

Agustina berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk menikmati budaya sekaligus merasa bangga terhadap kotanya sendiri.

BACA JUGA  DPRD Kota Semarang Soroti Manajemen dan Dukungan Regulasi Koperasi Syariah

“Yang penting warga datang, menikmati, dan merasa punya kebanggaan terhadap budayanya. Itulah semangat Festival Wayang Semesta,” tutur Agustina.

Dengan tema “Semarang Semakin Hebat, Wayang Semakin Mendunia”, festival ini menegaskan bahwa kemajuan dan budaya bisa berjalan beriringan.

Dari arus lalu lintas yang tertib, panggung yang hidup, hingga kolaborasi seniman lintas generasi. Semua dirancang agar masyarakat bisa menikmati pengalaman budaya yang benar-benar terasa.

Pos terkait