Insiden Penikaman di SDN Kalipancur 02: Alarm Keras untuk Keamanan Sekolah dan Penanganan KDRT

Seorang istri menjadi korban penusukan di SDN 2 Kalipancur Semarang, Jumat 19 Juni 2026
Seorang istri menjadi korban penusukan di SDN 2 Kalipancur Semarang, Jumat 19 Juni 2026

Padahal seharusnya, anak-anak menikmati liburan sekolah tanpa ada rasa trauma berkepanjangan akibat melihat kejadian sadis tersbeut.

Kepala Disdik Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan bahwa pihaknya masih harus meminta laporan lengkap dari pihak sekolah untuk memetakan siapa saja siswa yang terdampak langsung sebelum menerjunkan psikolog.

“Proses birokrasi dan pendataan di tengah masa liburan ini berpotensi memperlambat penanganan trauma yang seharusnya diberikan secara cepat dan tanggap (golden period penanganan trauma). Tapi kami akan berupaya secepatnya untuk mendata,” kata Ahsan, Sabtu, 20 Juni 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Sungai Jolinggo Kendal, 3 Ditemukan Meninggal Dunia

Tragedi di SDN Kalipancur 02 ini menjadi evaluasi besar bagi dunia pendidikan di Kota Semarang. Kasus ini menegaskan bahwa sekolah tidak boleh lagi longgar dalam menyaring dan mengawasi siapa pun yang memasuki area institusi pendidikan.

Jika sistem pengamanan tidak segera dievaluasi total, maka jaminan keselamatan fisik maupun mental bagi anak didik selama berada di sekolah akan terus dipertanyakan.

Pos terkait