Jelang Muktamar, Kiai NU: Nahdliyin Jangan Saling Menjatuhkan

Ia meminta seluruh pihak menahan diri dari penggunaan media sosial sebagai ruang untuk menyerang kehormatan pribadi, menyebarkan tuduhan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ataupun membangun persepsi negatif terhadap sesama kader dan pengurus NU.

“Silakan berbeda pendapat. Silakan mempunyai pilihan. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan adab. Jangan karena Muktamar, sesama warga NU kemudian saling mencaci, memfitnah dan menjatuhkan kehormatan satu sama lain,” ucap Gus Ma’shum.

Menurutnya, jabatan dalam NU bukanlah hadiah ataupun tujuan akhir perjuangan, melainkan amanah dan ruang pengabdian. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus dipandang sebagai pihak yang memikul tanggung jawab besar untuk melayani jam’iyah, jamaah, pesantren dan umat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Megawati: Kritik Harus Berbasis Data dan Fakta, Bukan Serangan Personal

Gus Ma’shum juga mengingatkan bahwa Muktamar pada akhirnya akan selesai. Kepengurusan akan berganti, tetapi persaudaraan di antara warga NU harus tetap terjaga.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak berpikir jauh melampaui kontestasi dan dinamika menjelang Muktamar. Karena itu, ia berharap seluruh pihak berpikir jauh melampaui kontestasi dan dinamika menjelang Muktamar.

Ia mengatakan, kebesaran NU selama satu abad lebih tidak terlepas dari keteladanan para pendiri dan tetua yang mampu menjaga perbedaan dengan ilmu, kebijaksanaan, kesabaran dan akhlak.

BACA JUGA  Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mundur, Ada Apa?

Oleh karena itu, Gus Ma’shum mengajak seluruh jajaran NU untuk bersama-sama menjaga suasana yang teduh. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika internal NU menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, setiap kader memiliki tanggung jawab menjaga marwah organisasi yang diwariskan para ulama.

Pos terkait