Jubir Otorita IKN Meninggal di Kamar Rusun ASN Kota Nusantara

Saat diperiksa di lokasi, Troy diketahui sudah dalam kondisi tidak bernapas. Guna memastikan keadaannya secara medis, pihak Otorita IKN langsung melarikannya ke RS terdekat.

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, Thomas menegaskan tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada jenazah Troy. Pihak keluarga menyampaikan Troy memiliki riwayat medis hipertensi (tekanan darah tinggi) dan rutin mengonsumsi obat setiap hari untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Setelah melalui proses administrasi dan penghormatan di RS Hermina IKN, jenazah Troy Pantouw langsung diterbangkan ke Jakarta. Pihak otoritas memperkirakan jenazah Troy akan tiba di rumah duka di Jakarta pada Minggu pagi (26/7).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo: Jangan Manipulasi Laporan demi Menyenangkan Atasan

Kepergian Troy meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran Otorita IKN. Troy dikenal sebagai salah satu pejabat generasi awal yang mengawal babak baru pemindahan ibu kota negara.

Troy bersama Thomas Umbu Pati dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup Myrna Safitri ditunjuk untuk membantu tugas-tugas kepala Otorita IKN, saat itu dijabat Bambang Susantono, saat pembangunan fisik mulai dipacu pada tahun 2021.

Di masa-masa awal pengabdiannya, Troy harus melewati fase menantang ketika kawasan IKN masih berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) tanpa fasilitas gedung.

BACA JUGA  KPK Buka Peluang Panggil Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

Troy beserta jajaran staf lain harus rela berkantor di Kota Balikpapan dan menempuh perjalanan darat selama dua jam setiap harinya demi mengawal proyek strategis nasional tersebut hingga akhirnya bisa menetap di rusun ASN IKN. [Ant]

Pos terkait