“Petugas melakukan patroli setiap hari serta pendataan jukir, khususnya di wilayah Semarang Tengah. Setiap laporan dari masyarakat akan langsung kami tindaklanjuti,” tuturnya.
Sementara itu, seorang jukir Susanto mengakui salah dan menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
“Saya minta maaf atas kejadian kemarin,” katanya.
Susanto mengaku mematok tarif tinggi karena ikut-ikutan rekan sesama jukir, ditambah kondisi saat itu sedang hujan.
“Waktu itu hujan, jadi saya ambil Rp40 ribu,” bebernya
Pihaknya juga menyebut bahwa pekerjaan sebagai juru parkir bukan pekerjaan utamanya. Sebelumnya, ia bekerja sebagai petugas keamanan.
“Ini hanya untuk tambahan kebutuhan keluarga. Sebelumnya saya kerja sebagai security,” kata dia. ***


















