Selain itu relawan juga melakukan pemetaan kelompok rentan serta pengumpulan data kondisi perempuan dan anak berbasis komunitas lokal.
“Mereka juga menjadi pertolongan pertama bagi korban kekerasan sebelum dihubungkan ke fasilitas penanganan formal Pemkot Semarang,” jelasnya.
Materi pelatihan disampaikan secara interaktif melalui diskusi kelompok dan pemetaan wilayah. Para peserta diajak mengenali potensi masalah sosial spesifik di kawasan Tanjungmas, lalu menyusun rencana aksi nyata yang sesuai dengan indikator pencapaian RBI.
Langkah pengembangan RBI di Tanjungmas ini diharapkan menghasilkan rencana aksi yang realistis dan tepat sasaran.
Dengan penguatan kapasitas relawan secara berkelanjutan, Tanjungmas diproyeksikan tetap menjadi acuan nasional dalam menciptakan ruang aman, inklusif, dan responsif bagi perempuan serta anak di tingkat kelurahan.


















