Menag: Hanya Tasawuf yang Bisa Jinakkan Pikiran Liar Eksploitatif

MATASEMARANG.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut tasawuf adalah kunci keselamatan masa depan Bumi di tengah kerusakan ekologis yang makin parah belakangan ini.

“Perlu ada pendekatan ulang pada teologi kita. Selama ini tasawuf dianggap kurang atau sekadar pelengkap, padahal tugas besar kita adalah mentransformasikannya,” katanya, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan kuliah umum dalam kunjungannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dua Mayat Diduga Korban Tenggelam KMP Tunu Ditemukan

Dalam paparannya, tokoh yang juga dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menekankan pentingnya melakukan pendekatan ulang terhadap teologi Islam konvensional.

Menurut dia, dunia saat ini sedang berada di titik nadir kerusakan ekologis akibat kegagalan manusia dalam memahami kedudukannya sebagai khalifah.

Ia mengatakan selama ini tasawuf sering dianggap sebagai jalan sunyi yang terpisah dari realitas sosial dan alam, namun justru tasawuf adalah kunci keselamatan masa depan bumi.

“Hanya tasawuflah yang bisa menyelamatkan alam semesta, dan hanya tasawuflah yang mampu menjinakkan pikiran liar manusia yang eksploitatif,” katanya.

BACA JUGA  KPU Minta Maaf atas Riuh Pengecualian Dokumen Capres-Cawapres

Ia membedah konsep teofani dan eksistensi manusia melalui terminologi sufi yang kompleks namun relevan, dengan mengajak audiens menyelami hakikat Nur Muhammad, keseimbangan antara makrokosmos (alam semesta), dan mikrokosmos (diri manusia).

Penjelasan mengenai hierarki spiritual dari Alam Ruh, Alam Malakut, hingga Alam Jabarut dipaparkan sebagai fondasi dasar mengapa manusia tidak boleh merasa terpisah dari entitas kosmik lainnya.

Pos terkait