Mengapa Makan Mi Instan Cukup Sebulan Sekali? Begini Penjelasannya

MATASEMARANG.COM – Makanan cepat saji seperti mi instan sangat populer di negeri ini. Selain lezat rasanya, cara menyajikannya pun mudah dan cepat. Lebih dari itu, harganya pun ramah kantong.

Oleh karena itu, mi instan sering dijadikan alternatif sebagai makanan pengganti nasi atau ketika seseorang dilanda kelaparan dan harus segera mengatasinya.

Akan tetapi, di balik segala kemudahan itu, ada yang perlu diwaspadai. Mengonsumsi mi instan pada waktu tertentu diperbolehkan saja. Namun porsi dan frekuensinya tidak boleh terlalu banyak dan sering.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Makan Sahur dengan Gizi Seimbang Cegah Kantuk di Siang Hari

Asal membatasi jumlah konsumsi mi instan, yakni cukup satu bulan sekali atau hanya sebagai makanan “rekreasi”, itu tidak apa. Mengapa begitu?

“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Diah Maunah di Jakarta, Senin.

BACA JUGA  RSND Bisa Layani Tes DNA, Biaya Rp12 Juta

Diah mengatakan konsumsi mi instan memang disukai masyarakat karena cenderung mudah didapat, terjangkau dan praktis. Terlebih saat musim hujan, masyarakat menyukai konsumsi mi instan rebus karena menghangatkan di samping rasanya gurih dan disukai semua orang.

Namun mi instan memiliki kandungan natrium dan energi dari lemak yang perlu diperhatikan terutama oleh seseorang dengan kondisi darah tinggi dan penyakit pembuluh darah lainnya, serta obesitas.

Pos terkait