Tim dari Polines juga membekali peserta dengan modul perawatan agar peralatan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pemilik usaha kue pukis rumahan Hartuti mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini.
“Dulu saya memproduksi santan kelapa menggunakan dua mesin pemarut dan pemeras. Sekarang dengan mesin pemarut dan pemeras satu unit waktu produksi santan lebih singkat. Hasil santan juga lebih bersih karena hasil parutan tidak di pindahkan dengan tangan ke mesin pemeras lagi,” katanya.
Pelaku UMKM lainnya, Hastuti juga menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut.
“Pemberian teknologi tepat guna seperti ini sangat membantu kami untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Melalui program ini, tim pengabdian masyarakat berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi UMKM, khususnya di sektor kuliner kue pukis Irak.
Ke depan, program pendampingan lanjutan akan dilakukan untuk membantu UMKM dalam manajemen produksi dan pemasarannya.


















