Oven SPPG di Banyumas Meledak, Lukai Puluhan Orang

Menurut dia, kegiatan yang berlangsung saat kejadian merupakan uji coba dan persiapan operasional.

“SPPG ini belum operasional dan belum melayani pendistribusian makanan. Kegiatan hari ini merupakan trial bersih-bersih dapur untuk persiapan operasional yang direncanakan pada tanggal 9 Februari,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh sukarelawan dari berbagai divisi, seperti divisi memasak, pencucian ompreng, kebersihan, keamanan, serta asisten lapangan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  DPRD Jateng Kawal Usulan Sekolah Kejuruan di Banyumas

Menurut Elvin, para sukarelawan mulai beraktivitas sejak pukul 09.00 WIB dan ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng menggunakan oven pada hari ketiga uji coba.

Pada dua hari sebelumnya, oven telah digunakan dan berfungsi normal. Akibat ledakan tersebut, sebanyak 10 orang sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dari jumlah tersebut, delapan orang mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” kata Elvin.

BACA JUGA  Isu Nominal MBG Tak Sesuai, Kepala SPPG Bintoro 1 Angkat Bicara

Kepala Desa Krajan Muflichudin mengatakan suara ledakan dari dapur MBG tersebut terdengar sangat keras hingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Bahkan, ledakan itu juga terdengar oleh warga yang berada pada radius satu kilometer dari lokasi kejadian.

“Kebetulan di sekitar lokasi ada kegiatan posyandu dengan pelayanan kesehatan. Saat terdengar suara ledakan yang sangat keras, warga langsung berlarian ke luar rumah,” katanya.

Menurut dia, sebagian warga sempat mengira suara tersebut berasal dari trafo listrik maupun aktivitas lain sebelum diketahui berasal dari area SPPG.

Pos terkait