Kawasan Kedungsepur Kompak Kembangkan Wisata Ramah Muslim dan Gerakan Peduli Lingkungan

Sekda Jateng Sumarno saat bertemu dengan kepala daerah Kedungsepur, Jumat 29 Mei 2025 (foto: Pemprov Jateng)
Sekda Jateng Sumarno saat bertemu dengan kepala daerah Kedungsepur, Jumat 29 Mei 2025 (foto: Pemprov Jateng)

MATASEMARANG.COM – Aliansi pemerintah kabupaten dan kota di wilayah aglomerasi Kedungsepur resmi menyatukan langkah untuk mengawal visi besar pembangunan Jawa Tengah tahun 2027.

Melalui forum strategis, para kepala daerah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai jangkar utama pertumbuhan ekonomi makro.

Komitmen kolektif tersebut dimatangkan dalam forum Rembug Pembangunan yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat 29 Mei 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jateng Raup Rp300 Miliar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menjelaskan, forum tatap muka ini menjadi ruang krusial untuk menyelaraskan usulan teknis yang sebelumnya telah diinput oleh tiap daerah melalui aplikasi perencanaan digital.

“Hari ini kita menyamakan persepsi secara total mengenai langkah konkret apa saja yang akan kita eksekusi bersama pada tahun 2027 nanti,” tutur Sumarno seusai acara.

Gebrakan Tiap Daerah: Dari Pelatihan Konten Kreator hingga RPH Halal

Dalam pertemuan tersebut, lima kepala daerah di wilayah Kedungsepur memaparkan kesiapan dan program unggulan masing-masing yang telah disinkronkan dengan arah kebijakan provinsi:

BACA JUGA  Ada Tambak Udang Vaname di Kecamatan Tugu, Panen 3 Ton dalam 3 Bulan

Kabupaten Kendal: Bupati Dyah Kartika Permanasari menegaskan jargon “Kendal Cekatan 2027” siap menyokong penuh program pariwisata berkelanjutan. Kendal sendiri saat ini menjadi primadona setelah sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah, yakni menembus angka 7,99 persen.

Kabupaten Demak: Bupati Eisti’anah mengungkapkan kesiapan daerahnya melahirkan 15 konten kreator lokal khusus untuk mempromosikan pariwisata daerah, di mana 12 orang di antaranya sudah mulai dilatih tahun ini. Demak juga menargetkan standardisasi sertifikasi halal produk lokal serta menetapkan lima destinasi wisata ramah muslim.

Pos terkait