Pakar ITB Sebut Taksi Listrik Terhenti di Rel Bukan karena Medan Elektromagnetik

“Ini adalah regulasi wajib yang harus dipenuhi sebelum kendaraan boleh dipasarkan di banyak negara. Artinya, setiap EV yang dipasarkan secara legal wajib melewati serangkaian pengujian ini.” kata Yannes.

Sebaliknya, ia menilai penyebab paling rasional jika mobil listrik mogok di tengah rel KA berasal dari faktor internal kendaraan.

Beberapa kemungkinan antara lain baterai tegangan rendah 12 volt (aki) yang melemah sehingga mengganggu proses booting sistem utama, gangguan pada sistem sensor akibat getaran berkepanjangan, hingga aktivasi otomatis fitur keamanan seperti immobilizer saat terdeteksi anomali.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji 2026, Ini Persyaratannya

“Ketika sistem mendeteksi anomali, fitur keamanan steering lock atau immobilizer bisa aktif secara otomatis dan mengunci seluruh sistem kendaraan.” imbuhnya.

Selain itu, masalah pada sistem manajemen baterai (BMS) juga dapat memicu kesalahan pembacaan arus listrik atau estimasi kapasitas baterai, yang berujung pada keputusan sistem untuk mematikan kendaraan.

“Gangguan komunikasi BMS yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pembacaan arus listrik, estimasi SOC (State of Charge) yang salah yang berujung misalnya pada pengambilan keputusan sistem seperti padam mendadak.” jelas Yannes dikutip Antara.

Kemungkinan lain adalah kegagalan inverter atau konverter DC-DC yang dapat menyebabkan hilangnya daya secara tiba-tiba.

BACA JUGA  Putri KW Singkirkan Tunggal Tuan Rumah Jepang

Dengan demikian, Yannes menekankan bahwa analisis penyebab kecelakaan perlu difokuskan pada aspek teknis internal kendaraan, bukan pada asumsi pengaruh medan magnet rel kereta. ***

Pos terkait