Pawai Gunungan dalam Kirab Budaya Jadi Simbol Gotong Royong

MATASEMARANG.COM – Perayaan budaya kembali menggema di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Karnaval dan kirab budaya pawai gunungan hasil bumi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 resmi dibuka oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, pada Minggu 26 Oktober 2025 di Taman Tirto Asri, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan pada budaya leluhur makin mengakar kuat di hati warga.

“Luar biasa keren (acaranya), karena dapat kita lihat dari suasana kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam upayanya melestarikan warisan budaya,” ucapnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Puncak Musim Hujan, BMKG: Waspadai Banjir dan Rob!

Menurutnya, kirab gunungan ini tidak sekadar pawai budaya biasa. Gunungan yang terdiri dari sayur-mayur, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya merupakan perwujudan rasa syukur warga kepada Tuhan dan leluhur yang telah mewariskan tanah yang subur, sekaligus sebagai pengingat bahwa pangan adalah fondasi dari segala cita-cita dan gerak pembangunan.

“Gunungannya isinya macam-macam, ada lombok, kacang panjang, terong, tomat, dan masih banyak lainnya. Melalui pawai gunungan ini saya bisa melihat kemandirian Kota Semarang atas pangannya,” ujar Agustina.

BACA JUGA  Wali Kota Klaim Semarang Mampu Mandiri Secara Fiskal dengan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Capai 85 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Agustina memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Mijen yang menghadirkan empat belas gunungan unik dalam acara ini dan terlihat antusias mengikuti kirab budaya.

Dia mengaku bangga sebab dalam penyelenggaraannya, kanaval dan kirab melibatkan masyarakat Kecamatan Mijen secara luas, baik sebagai panitia, peserta, maupun penonton.

Pos terkait