MATASEMARANG.COM – Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2031 untuk mengutamakan program yang realistis, terutama bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Semarang di aula Rumah Kemasan, kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
“PMI harus tampil di depan jika ada bencana bersama BPBD dan instansi lainnya. Kerja sama dengan Pemkab, DPRD, dan swasta harus dimaksimalkan agar kinerja PMI semakin baik,” kata Ngesti, 7 Februari 2026.
Bupati juga menyinggung pelayanan Klinik PMI yang dapat dimanfaatkan warga melalui program BPJS.
PMI diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan dari APBD, yang tahun ini dianggarkan Rp6 miliar.
Ketua PMI Kabupaten Semarang terpilih, Moh Taufik, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut.
“Kami akan fokus pada bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat sesuai arahan bupati. Besarannya akan dimaksimalkan agar lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PMI Jawa Tengah, Prof Adji Samekto, mengingatkan agar pengurus baru cermat dalam menentukan program kegiatan.
“Laksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah menempatkan program akan jadi viral, sebab masyarakat sekarang punya kedaulatan pribadi lewat media sosial,” tuturnya.


















