MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku selalu merasa nyaman berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) karena memiliki kedekatan dengan organisasi tersebut sejak masa kecil.
“Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya. Memang saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil,” ujar Prabowo dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.
Presiden menuturkan kedekatannya dengan NU tidak terlepas dari latar belakang keluarganya serta hubungan yang telah terjalin sejak lama.
Prabowo menyebut pernah bertetangga dengan keluarga Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ketika tinggal di Jakarta. Selain itu, sang nenek juga berasal dari lingkungan NU.
“Dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta, dan eyang saya, eyang putri saya memang dari NU,” ucapnya.
Presiden juga menilai NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki karakter kuat dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme.
Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air telah menjadi bagian dari tradisi NU sejak sebelum Indonesia merdeka. Hal itu, di antaranya tercermin dari lagu Syubbanul Wathan yang terus dinyanyikan dalam berbagai kegiatan organisasi tersebut.
“Saya perhatikan lagu ‘Syubbanul Wathan’ tidak pernah tidak dinyanyikan. Terima kasih. Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan, ini luar biasa ini. Ini belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus. TNI kan ada itu, kalau foto, salam komando. NU sudah dulu sebelum kemerdekaan sudah salam komando itu,” kata Prabowo seraya tersenyum yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.


















