Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat tapi Pantang Patah Semangat

MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi hujatan dan kritik namun tidak boleh patah semangat dalam menjalankan tugas.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam arahannya pada rapat terbatas bersama 10 menteri serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Prabowo menyampaikan adanya kecenderungan sejumlah pihak yang selalu memandang kegiatan pemerintah dari sudut pandang negatif.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo: "Kelompok Garong" Sering Serang Balik Pemberantasan Korupsi

Dia mencontohkan kritik terhadap kehadiran pejabat pemerintah di lokasi bencana, yang dinilai serbasalah, baik ketika datang maupun ketika tidak hadir di lapangan.

Menurut Prabowo, kehadiran pemimpin dan pejabat di daerah terdampak bencana bertujuan untuk melihat langsung kekurangan, mengidentifikasi permasalahan, serta menentukan langkah-langkah yang dapat dipercepat untuk membantu masyarakat.

Dengan bertemu langsung kepala daerah, kata dia, pemerintah pusat dapat memperoleh gambaran kebutuhan yang lebih jelas dan melakukan pengecekan secara langsung.

“Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu. Saya datang ketemu gubernur, gubernur sampaikan kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini, ada saya tahu langsung saya bisa cek, kan begitu ceritanya,” ucapnya.

BACA JUGA  Kedaulatan Rakyat Terjaga jika Pemerintah Bertindak Etis

Presiden Prabowo menegaskan kepada para pimpinan, menteri, kepala badan, dan gubernur bahwa salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap menerima hujatan, fitnah, dan kritik.

Pos terkait