Selain intervensi fisik dan gizi, Gubernur Luthfi menyoroti pentingnya akurasi data di tingkat tapak agar bantuan tidak salah sasaran.
Ia membeberkan temuan pemeriksaan dokter spesialis keliling (speling) di Wonosobo, di mana dari 10 balita yang diperiksa, sembilan di antaranya teridentifikasi stunting.
“Maka saya tekankan daerah dengan stunting tinggi, kualifikasi data harus dilakukan mobilisasi, harus valid sehingga penanganan stunting bisa tepat sasaran, terprogram, berlanjut, dan berkelanjutan. Tidak boleh hanya sebatas data,” pungkasnya.

















