Program Pangan 2025, Kota Semarang Mampu Stabilkan Harga dan Atasi Food Waste

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Kekhawatiran persaingan usaha dapat diatasi dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian kios pangan,” pesannya.

Kolaborasi ini memastikan Kempling Semar tidak menghambat ekonomi lokal, tetapi justru memperkuat ekosistem distribusi pangan di Kota Semarang.

Seluruh langkah tersebut menjadi fondasi ketahanan pangan Kota Semarang sepanjang 2025.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Belum Terapkan WFH, Wali Kota: Besok Ada Agenda Libatkan 400 Orang

Pemerintah Kota Semarang menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada operasi pasar, tetapi juga pengawasan, edukasi, dan perubahan perilaku masyarakat.

Sementara, Kota Semarang menargetkan seluruh program berjalan terpadu hingga akhir 2025, seiring naiknya kebutuhan pangan menjelang 2026.

Dengan penguatan harga, keamanan pangan, dan pengurangan food waste, Kota Semarang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas untuk menjaga stabilitas ekonomi warganya.

Wali Kota menegaskan bahwa Kota Semarang akan terus mengawal program pangan sebagai strategi jangka panjang menghadapi dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Hadirkan Pengawal Bung Karno di Upacara HUT ke-80 RI

“Pemkot menargetkan Kota Semarang dapat mencapai kondisi ketahanan pangan yang semakin tangguh pada 2025 dan tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Pos terkait