Proyek PSEL Jatibarang Dimulai Desember 2026

Sampah di TPA Jatibarang Semarang (semarangkota.go.id)
Sampah di TPA Jatibarang Semarang (semarangkota.go.id)

Selain fasilitas PSEL, area TPA Jatibarang juga disiapkan untuk pengembangan inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar setara solar (waste to fuel). Penanganan hilir tersebut diselaraskan dengan penguatan 2.000 Desa Mandiri Sampah di tingkat hulu.

“Prinsip, Gubernur dan seluruh bupati-walikota untuk 2029 nanti sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Jawa Tengah daerah zero sampah. Penyelesaian hulu-hilir juga dilakukan. Masalah sampah ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Ahmad Luthfi.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sekaligus Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengapresiasi akselerasi regulasi dan penyiapan lahan seluas enam hektare oleh Pemkot Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  5 Daerah Paling Rawan Kebakaran di Kota Semarang

Pihaknya kini tengah memfokuskan pematangan lahan yang mencakup penataan kontur tanah, aksesibilitas jalan, serta penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Target kita groundbreaking di Desember 2026 sehingga di akhir 2028 itu pengelolaan sampah di Semarang Raya sudah bisa dimulai untuk seterusnya selama 30 tahun ke depan,” jelas Fadli.

Inisiatif PSEL Semarang Raya memperkuat pengerjaan fasilitas serupa di kawasan aglomerasi Jawa Tengah lainnya.

Proyek PSEL di kawasan Pekalongan Raya dan Tegal Raya telah menandatangani kesepakatan kerja sama pada 13 April 2026, sementara kawasan Muria Raya dalam tahap pembahasan kementerian.

BACA JUGA  Penyuluhan Sampah Jadi Nilai Jual di Kecamatan Tembalang

Selain PSEL, Pemprov Jateng juga mengaplikasikan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Cilacap, Banyumas, dan Magelang sebagai komitmen pengolahan sampah menjadi sumber energi baru.

Pos terkait