“Titik lain ada di sebagian kecil Meteseh, kemudian Mangunharjo dan Bulusan. Tapi relatif permintaannya sedikit jika dibandingkan dengan Rowosari,” ujarnya.
BPBD memastikan pemetaan (mapping) serta langkah mitigasi kekeringan di wilayah ibu kota Jawa Tengah ini masih sama dengan pola tahun sebelumnya.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai munculnya kelurahan atau kecamatan baru yang mengalami krisis air bersih.
“Sementara mapping kita masih sama, mitigasinya juga masih sama karena belum ada laporan atau permintaan air bersih di wilayah baru. Trennya masih relatif terkendali,” pungkasnya.


















