Rp 1,7 Triliun Disalurkan, Pajak Kendaraan Bermotor Jadi Sumber Dana Pembangunan Desa

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jateng Eko Sukoco (foto: Pemprov Jateng)
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jateng Eko Sukoco (foto: Pemprov Jateng)

MATASEMARANG.COM – Melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di mengalokasikan Rp1,7 triliun untuk pembangunan sarana dan prasarana desa.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jateng Eko Sukoco menyebut anggaran tersebut disalurkan ke 13.093 titik di 29 kabupaten.

“Bankeupemdes 2026 jumlahnya Rp1,7 triliun. Ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah yang sebagian besar ditopang oleh pajak kendaraan bermotor. Jadi pajak yang dibayarkan masyarakat kembali ke masyarakat,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Hardiknas: Pendidikan Berkeadilan, Pemkot Semarang Beri 8.220 Beasiswa

Dana digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga sektor pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga.

Alokasi Bankeupemdes meningkat dari Rp1,6 triliun pada 2025 menjadi Rp1,7 triliun pada 2026. Bantuan variatif antara Rp50 juta hingga Rp200 juta per desa, menyesuaikan jenis kegiatan.

Salah satu desa penerima manfaat adalah Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pada 2025, desa ini menerima Rp200 juta untuk pembangunan talud drainase di Dusun Cerbonan dan Tegalwuni, serta Rp50 juta untuk talud penahan tebing di Dusun Dangkel.

BACA JUGA  Apa Itu Kemarau Basah? BPBD Kota Semarang Jelaskan Dampaknya

Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro Siswaji mengatakan pembangunan talud drainase membantu mengurangi genangan saat musim hujan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata.

“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Selain mengurangi risiko banjir dan longsor, pembangunan ini juga mendukung pengembangan kawasan wisata,” ujarnya.

Pekerjaan dilakukan dengan pola pemberdayaan masyarakat, melibatkan tenaga kerja lokal dan pembelian material dari toko desa.

Pos terkait