DPRD Jateng Soroti Potensi Ekologi dan Ekonomi Tahura

Komisi B DPRD Jateng saat meninjau Tahura Mangkunagoro I di lereng Gunung Lawu, 12 Juni 2026 (foto: DPRD Jateng)
Komisi B DPRD Jateng saat meninjau Tahura Mangkunagoro I di lereng Gunung Lawu, 12 Juni 2026 (foto: DPRD Jateng)

MATASEMARANG.COM – Taman Hutan Rakyat (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan benteng konservasi vital di lereng Gunung Lawu.

Kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air, habitat keanekaragaman hayati, sarana edukasi, sekaligus penopang ekonomi daerah.

Hal itu menjadi fokus Komisi B DPRD Jateng saat memantau Balai Tahura di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Soal Pemekaran Brebes dan Banyumas, Komisi A Konsultasi dengan Ditjen Otda

Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Hartini menyatakan pentingnya kolaborasi lintas wilayah untuk menjaga keseimbangan ekologi dan pemanfaatan ekonomi masyarakat.

Kepala Balai Tahura, Suhirin, menjelaskan luas Tahura mencapai 2.549 hektare, dikelola bersama Karanganyar dan Wonogiri. Kawasan dibagi menjadi empat blok strategis:

  • Blok perlindungan: menjaga kelestarian alam asli dan fungsi tangkapan air.
  • Blok koleksi: pusat edukasi dan riset tanaman endemik maupun luar kawasan.
  • Blok pemanfaatan: wisata alam terbatas seperti camping ground dan outing class.
  • Blok religi dan budaya: mengakomodasi situs sejarah dan budaya.
BACA JUGA  Dalang Karanganyar Dapat Fasilitas Pentas dari Ketua DPRD Jateng

Pemanfaatan Tahura menunjukkan tren positif. PAD meningkat dari Rp168 juta (2024) menjadi Rp397 juta (2025), dan target Mei 2026 mencapai Rp814,9 juta.

Meski potensi ekonomi besar, Sri Hartini mengingatkan perlunya renovasi sarana dan prasarana penunjang.

“Setelah memantau langsung, memang perlu ada perbaikan di sektor sarana dan prasarana,” ujarnya, 12 Juni 2026.

Komisi B berharap sinergi Pemprov Jateng, Pemkab Karanganyar, dan Pemkab Wonogiri segera diwujudkan dalam program nyata, mulai dari restorasi ekosistem, perlindungan kawasan lereng Lawu, hingga pelibatan aktif masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Tia Hendi: Ketahanan Keluarga Jadi Fondasi Pembangunan Karakter Masyarakat

Pos terkait