“Ini jadi screening awal bagi ibu-ibu untuk mengurangi angka kanker leher rahim di Kota Semarang. Jadi ibu-ibu bisa ikut Cek Kesehatan Gratis lalu sekalian bisa minta dilakukan pemeriksaan leher rahim denagn HPVDNA,” jelasnya.
Diakui Hakam, kasus kanker leher rahim atau kanker serviks di Kota Semarang memang tidak banyak. Hanya saja pada 2025, Kota Semarang menjadi proyek percontohan untuk pemeriksaan menggunakan metode HPVDNA.
“Kejadian kanker bagi perempuan paling banyak adalah kanker payudara, lalu kanker serviks. Kalau skrining lebih awal maka ketahuan pada stadium awal dan bisa dicegah dengan kemoterapi tanpa harus radioterapi,” tuturnya.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemberian vaksin HPV bagi anak SD dan SMP yang sudah berjalan dua tahun terkahir, guna mencegah kanker leher rahim sejak dini.
Selain itu, Dinas Keeehatan juga melakukan skrining tuberculosis (TB) menggunakan X Ray Portabel di enam puskesmas yaknk di Ngaliyan, Gunungpati, Lebdosari, Bandarharjo, Bangetayu, dan Kedungmundu.
“Jadi enam puskesmas ini khusus deteksi TB karena kasus TB banyak yang tidak bergejala, tiba-tiba berat badan turun, harus dilakukan skrining,” pungkasnya. ***





















