Kedalaman skuad juga menjadi senjata penting. Mikel Merino mencetak gol kemenangan setelah masuk sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Portugal dan Belgia.
Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti pada dua pertandingan fase gugur berbeda dalam satu edisi.
Kelemahan Spanyol terletak pada efektivitas penyelesaian akhir. La Roja ditahan tanpa gol oleh Tanjung Verde serta hanya menang dengan selisih satu gol atas Uruguay, Portugal, dan Belgia meski mampu menguasai jalannya pertandingan.
Inggris
Prestasi terbaik dalam Piala Dunia: Juara 1966.
Jalur menuju semifinal: Menang 4-2 atas Kroasia (Grup L); imbang 0-0 dengan Ghana (Grup L); menang 2-0 atas Panama (Grup L); menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo (32 besar); menang 3-2 atas Meksiko (16 besar); menang 2-1 atas Norwegia setelah perpanjangan waktu (perempat final).
Penampil terbaik: Jude Bellingham, enam gol.
Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah 1966, 1990, dan 2018. Three Lions menjaga peluang mengakhiri penantian selama 60 tahun sejak menjadi juara di kandang sendiri.
Bellingham dan Harry Kane menjadi sumber gol utama Inggris dengan masing-masing mencetak enam gol. Keduanya menghasilkan 12 dari total 13 gol tim asuhan Thomas Tuchel sepanjang turnamen.
Mentalitas dalam menghadapi tekanan menjadi salah satu kekuatan Inggris. Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Republik Demokratik Kongo dan Norwegia serta mempertahankan keunggulan atas Meksiko meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54.

















