MATASEMARANG.COM – Pergerakan tanah di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, yang masih berlangsung sampai saat ini memaksa sekitar 1.600 warga dan santri mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan sampai Kamis (5/2) malam, tercatat sebanyak 1.686 warga atau 295 keluarga terdampak pergerakan tanah yang terjadi sejak Senin (2/2) malam pukul 19.00 WIB.
“Peristiwa ini mencapai 295 keluarga berpotensi bertambah seiring pergerakan tanah yang masih terus terjadi hingga saat ini,” kata dia.
Menurut dia, selain rumah warga, juga ada satu pesantren yang berada di desa setempat dilaporkan bangunannya ambruk, sehingga para santri harus dievakuasi.
Pusdalops BNPB mencatat sebagian besar dari jumlah warga terdampak terpaksa dievakuasi ke pengungsian, terdiri atas 1.160 warga dan 526 santri Ponpes Al. Mereka tersebar di enam titik pengungsian, antara lain Majelis Az Zikir wa Rotiban, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak, Majelis D. Pengasinan, Ponpes Dawuhan, gedung serbaguna Desa Penujah, serta beberapa rumah warga.
Sementara itu, sebagaimana hasil kaji cepat BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal pergerakan tanah menyebabkan kerusakan terhadap 464 rumah warga, dengan 205 unit diantaranya mengalami rusak berat, serta berdampak pada tujuh fasilitas pendidikan, satu fasilitas ibadah, satu fasilitas kesehatan, satu bendung irigasi, satu jembatan desa, tiga ruas jalan desa dan kabupaten, serta kantor Desa Padasari.


















