FGD ini juga dihadiri oleh Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, yang turut memberikan penguatan dalam hal budaya tertib berlalu lintas dan pentingnya keselamatan sebagai cerminan Semarang Smart City.
“FGD ini jadi tempat untuk berdiskusi dan menyamakan visi mewujudkan keselamatan transportasi. Kota yang cerdas harus punya transportasi publik yang tertib dan pelayanannya baik,” tegas AKBP Yunaldi.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kendaraan oleh pramudi dan operator secara berkala.
“Pengemudi yang baik harus cek kendaraan: ban, mesin, semuanya. Jangan sampai macet di jalan, apalagi ugal-ugalan yang bisa sebabkan kecelakaan,” lanjutnya.
Data dari Satlantas Polrestabes Semarang mencatat, jumlah kecelakaan yang melibatkan transportasi umum mengalami penurunan, dari 5 kasus pada tahun 2024 menjadi 4 kasus pada 2025.
Hal ini menjadi indikator positif namun tetap harus diwaspadai dan dijadikan pemicu perbaikan berkelanjutan.
Dengan digelarnya FGD ini, Trans Semarang berharap mampu mendorong budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam pengoperasian BRT.
Sinergi antara regulator, operator, dan pengemudi diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Kota Semarang.


















