Bantuan yang diserahkan dalam program ini ditujukan untuk mendukung keberlangsungan lingkungan pesisir dan ekonomi masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan menurut Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Joko Hadi Widayat adalah pemanfaatan limbah abu batubara (FABA) untuk pembangunan terumbu karang buatan.
Program ini merupakan langkah inovatif dalam menjaga ekosistem sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“FABA yang selama ini dianggap limbah, kini menjadi solusi yang laris manis di lapangan. Ini adalah bentuk nyata bagaimana limbah bisa memiliki manfaat luar biasa jika dikelola dengan tepat. Kerja sama dengan dunia akademik seperti UNDIP menjadi kunci kesuksesan program-program semacam ini,” jelas Joko Hadi Widayat dari PLN.
Pelindo yang diwakili General Manager Cabang Tanjung Emas Semarang, Hardianto, menyampaikan, kolaborasi ini telah menunjukkan dampak ekonomi yang nyata.
“Nilai dari program ini bisa dilihat dari dampaknya. Produk dari limbah ikan yang dulunya hanya bernilai jual Rp 2.500 kini bisa mencapai Rp 10.000. Ini menunjukkan keberlanjutan dan potensi pemberdayaan ekonomi lokal yang kuat,” ujarnya.
Bupati Demak, Dr. Hj. Eisti’anah, S.E., turut hadir dan menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari seluruh pihak yang telah mendukung pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Demak.
“Kami dari pemerintah daerah tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Dukungan dari akademisi dan industri sangat penting dalam mengentaskan permasalahan yang ada di daerah kami khususnya kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.

















