“Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan, bisa hadir bersama kami. Hal teknis sudah dikoordinasikan termasuk sama Paspampres,” ujarnya.
Sebagai rangkaian acara harlah ke-100 NU, PBNU telah melaksanakan sejumlah acara, antara lain halaqah road map 25 tahun NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 25 Januari 2026 lalu.
Hari ini juga digelar Inisiatif program NU dengan entitas bisnis internasional, Harvest Corporation yang berbasis di Singapura, di Hotel JW Marriot Jakarta. Inisiatif tersebut berupa Syariah Double Services, inisiatif membangun basis pelayanan syariah global.
Gus Yahya menyampaikan bahwa tema harlah ke-100 NU ini sudah ditetapkan pada 21 Agustus 2025 lalu, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Mulia”.
“Visi NU ini sebetulnya sebangun dengan visi proklamasi kemerdekaan, yaitu untuk memperjuangkan peradaban mulia,” ujar Gus Yahya.
Secara harfiah di dalam pembukaan proklamasi ini untuk peradaban mulia, bukan untuk kepentingan bangsa rakyat Indonesia sendiri, tapi untuk seluruh umat manusia.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa aspirasi proklamasi kemerdekaan itu bukan hanya aspirasi Indonesia, tapi segala bangsa.
“Kemerdekaan Indonesia ini memperjuangkan peradaban mulia untuk seluruh umat manusia,” katanya.
NU dilahirkan pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Sebelumnya, pada 2023 lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, digelar peringatan harlah 1 abad NU versi Hijriah. Pada Sabtu akan peringati 100 tahun menurut kalender Masehi. [Ant]

















