MATASEMARANG.COM – Sejak Januari hingga April 2026, tercatat 11 ruas jalan telah ditangani, baik yang sudah rampung maupun masih dalam proses pengerjaan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Rembang Nugroho menyampaikan bahwa penanganan difokuskan pada titik-titik strategis dengan tingkat lalu lintas tinggi.
“Tahun 2026 kami sudah mulai sejak Januari. Sampai saat ini ada 11 ruas jalan yang ditangani melalui anggaran pemeliharaan rutin,” jelasnya, Rabu 15 April 2026).
Ruas lanjutan yang dikerjakan antara lain Wonokerto–Merayun, Sridadi–Padaran, Ngotet–Kabongan Kidul, serta Gedangan–Kumendung.
Sementara pekerjaan baru meliputi Mondoteko–Seren, Sridadi–Jambangan hingga Pantura Pasar Banggi, serta tambal sulam di wilayah perkotaan menjelang hari raya.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas Kragan–Sedan, Japerejo–Pamotan, serta Sidorejo–Sedan. Satu ruas yang telah selesai adalah Tawangsari–Sidowayah.
“Sendangasri baru mulai besok, fokus kami menyelesaikan ruas itu,” tambah Nugroho.
Beberapa ruas akan ditangani dengan konstruksi berlapis, menyesuaikan kondisi lalu lintas. Japerejo–Pamotan misalnya, ditingkatkan kualitasnya karena dilalui kendaraan berat.
Pemkab juga menyiapkan penanganan tambahan di wilayah timur dan barat Rembang, termasuk jalan menuju Karas, Gandri–Kumbo, serta jembatan Nganguk yang kerap ambles.
Selain pemeliharaan rutin, peningkatan jalan melalui Program IJD juga berjalan, di antaranya ruas Tireman–Japerejo dan Landoh–Seren.
Dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026, dua proyek akan dimulai Mei mendatang, yakni Banyuurip–Pamotan–Gunem serta Kepohagung–Kerep, dengan total anggaran sekitar Rp15 miliar.

















