MATASEMARANG.COM – Tradisi kebersamaan kembali mewarnai momentum perayaan Hari Raya Waisak. Ketua LKK Semarang Romo Pujianto kembali membuka pintu kediamannya lebar-lebar untuk menggelar acara open house tahunan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat pada 1 Juni 2026.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari tokoh lintas agama, masyarakat umum, aparat, hingga jajaran pejabat daerah tampak hadir berbaur menjadi satu. Atmosfer toleransi beragama begitu kental terasa di sepanjang acara berlangsung.
Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kediaman Romo Pujianto menerima tamu hingga berhari-hari, kali ini acara silaturahmi dipadatkan dan dilaksanakan sehari setelah puncak perayaan Waisak.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Romo Pujianto sengaja memberikan ruang dan kesempatan terlebih dahulu bagi umat Buddha untuk menunaikan rangkaian ibadah dan ritual suci Waisak di Candi Borobudur, Magelang.
“Biasanya kami membuka pintu satu sampai tiga hari. Namun tahun ini hanya sehari, karena tempatnya akan segera digunakan untuk latihan Sanggar Tari Meta,” ujar Romo Pujianto, 3 Juni 2026.
Dikunjungi Seribu Tamu, Fokus pada Silaturahmi Santai
Meski durasi pelaksanaan menyusut menjadi satu hari penuh, antusiasme masyarakat yang datang justru tetap membeludak. Kurang lebih seribu orang silih berganti memadati lokasi acara yang dibuka mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Konsep acara sengaja dikemas dalam format yang sangat kasual, ramah, dan jauh dari kesan formal. Para tamu yang hadir disuguhkan aneka hidangan makanan sambil asyik mengobrol santai, saling menyapa, dan memberikan penghormatan satu sama lain.


















